Skip to main content

Posts

Fourth year finallyeah

Tulisan ini seharusnya ditulis di bulan Juli-Agustus 2026, namun berhubung pada bulan-bulan tersebut aku sibuk mempersiapkan sidang hasil tesis sampai ujian kompetensi nasional jadinya baru terrealisasi sekarang. Sebelumnya aku memang niat mereview tahunan perjalanan residensi supaya terkenang dan berkesan hingga nanti di kemudian hari aku menemukan diriku yang lebih baik dari sebelumnya.   ( https://flalalami.blogspot.com/2025/07/third-year.html ,  https://flalalami.blogspot.com/2024/07/cerita-dua-tahun.html ) Tahun keempat, tahun terakhir mengenyam pendidikan, tahun yang sekiranya mungkin hidup residensi ini lebih mudah, kalau sebelumnya bertahan kali ini harus ‘menyerang’ lebih agresif. Nyatanya hidup residen tahap akhir tidak juga mudah. Malah tambah stress wkwkwkkwk. Titik terendah sekitar bulan Februari 2026, aku terjaring depresi dari skrining bersama dengan beberapa residen lainnya. Hidup memang terasa berat pada saat itu, semua beban terasa menumpuk, keinginan ...
Recent posts

10 Things about Pediatric Residency

Alasan kenapa harus memilih jalan menjadi PPDS Anak? Tulisan ini terinspirasi dari pertanyaan banyak orang, mulai dari adik-adik dokter muda, sejawat dokter, bahkan beberapa yang di luar tenaga medis. Pertanyaan ringan yang seharusnya dijawab automatis tanpa berpikir panjang.   Tapi bukan pertanyaan bercanda juga, membuatku harus berpikir banyak untuk menjawabnya. Bahkan setelah di tahap ini masih saja mempertanyakan kenapa ya. Kalau aku jawab mengikuti hati, ah terlalu klise. Pertanyaan yang rutin diberikan saat seleksi calon peserta didik, tapi ini bukan wawancara masuk PPDS yang harus kujawab dengan idealis, kali ini aku sedang melalui perjalanannya yang berat. Alasan yang di awal itu belum tentu akan relate saat ini. Jadi jika kalian akan mempertimbangkan untuk ingin tahu alasanku, silahkan dibaca. Boleh jadi kalian setuju, boleh juga tidak, karena pada dasarnya ini hanya pemikiran salah satu PPDS/residen Anak yang masih mengenyam pendidikan. Tanpa sama sekali membesar-b...

Life is unfair

  Hidup itu tidak pernah benar-benar adil. Tuhan yang adil. Rasanya hal itu yang patut dicamkan berkali-kali untuk menerima berbagai kenyataan. Tidak ingin menceritakan lebih banyak tentang ketidakadilan, kita semua mungkin pernah merasakannya.   Three idiots adalah salah satu film favoritku, film yang mengandung banyak petikan, mengajarkan tentang kecerdasan dan niat baik untuk belajar, bukan hanya sekedar mengejar nilai. But in this unfair life, you should accept the bitter truth. Nilai adalah hal yang harus dikejar juga. Apalagi yang kita kira semuanya baik-baik saja, ternyata ada saja lika-likunya.   Tidak semuanya dapat melihat ketulusan dan kebaikan, apalagi membalasnya. Bahkan bisa saja tidak ada yang peduli Apapun itu, mari jalani hidup dengan penuh suka-cita, walau ada dukanya sesekali. Kita juga manusia, bisa kecewa dan sedih. Jangan pernah nyaman di zona nyaman, sesekali kita harus masuk ke zona bahaya dan keluar dengan selamat. Ti...

not as plain as before

Setiap perjalanan pasti punya persinggahan dan akhir. Semua akan bergerak maju mengikuti arus waktu. Setiap hal kecil akan menjadi sesuatu yang besar suatu hari nanti.   Masih teringat jelas dapat panggilan telepon dari kak Lina. “Mi, jadi pengampu koass ya! Yok operan” “Hah gak salah kak?” “Iya beneran...” “Duh kak, gak akan di acc sih. Emangnya disetujui? Kan aku...aku... *banyak alesan si orang minder*” “Yang penting bisa jadi orang yang galak, Mi. Bisa marah” “Oh gitu, baik kak” (pasrah gak bisa nolak senior wkwk dan bener aku emang terkenal galak sih jadi yaudah) Ternyata udah berlalu sekitar 5-6 bulan, terimakasih sudah memberi warna-warni di hidupku. Dari mereka aku belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dari mereka aku selalu berusaha lebih sabar lagi. Dari mereka aku belajar untuk tidak mendengar cerita dari satu pihak saja. Dari mereka aku belajar bahwa kita tidak bisa menyelamatkan semuanya. Dari mereka aku belajar untu...