Setiap perjalanan pasti punya persinggahan dan akhir.
Semua akan bergerak maju mengikuti arus waktu.
Setiap hal kecil akan menjadi sesuatu
yang besar suatu hari nanti.
Masih teringat jelas dapat panggilan telepon dari kak Lina.
“Mi, jadi pengampu koass ya! Yok operan”
“Hah gak salah kak?”
“Iya beneran...”
“Duh kak, gak akan di acc sih. Emangnya disetujui? Kan aku...aku...
*banyak alesan si orang minder*”
“Yang penting bisa jadi orang yang galak, Mi. Bisa marah”
“Oh gitu, baik kak” (pasrah gak
bisa nolak senior wkwk dan bener aku emang terkenal galak sih jadi yaudah)
Ternyata udah berlalu sekitar 5-6 bulan, terimakasih sudah memberi
warna-warni di hidupku.
Dari mereka aku belajar untuk menjadi pribadi yang lebih
baik lagi.
Dari mereka aku selalu berusaha lebih sabar lagi.
Dari mereka aku belajar untuk tidak mendengar cerita dari
satu pihak saja.
Dari mereka aku belajar bahwa kita tidak bisa menyelamatkan
semuanya.
Dari mereka aku belajar untuk bersikap netral.
Dari mereka aku belajar bagaimana mengasuh bocil.
Dari mereka juga aku belajar untuk berdamai.
Memberi kebahagiaan dapat mengisi hati menjadi penuh.
Memberi teguran bukan berarti jahat.
Justru diam adalah ketidakpedulian.
Beberapa kali ingin menyerah tapi aku selalu inget kata-kata
mba Winda “Jangan pernah lelah membimbing adik-adik ya Mi”
Zaman mereka dan zamanku tentu saja berbeda, hal-hal yang
menurutku ringan, bisa saja berat menurut mereka.
Maybe, we will meet in another day. Not as kakak yang
ngomel-ngomel dan nyebelin.
Palembang, 29 Oktober 2025
TTD
Residen yang bingung packing
apa ke stase daerah dan malah nulis ini.
Comments
Post a Comment