Skip to main content

not as plain as before

Setiap perjalanan pasti punya persinggahan dan akhir.

Semua akan bergerak maju mengikuti arus waktu.

Setiap hal kecil akan menjadi sesuatu yang besar suatu hari nanti.

 

Masih teringat jelas dapat panggilan telepon dari kak Lina.

“Mi, jadi pengampu koass ya! Yok operan”
“Hah gak salah kak?”

“Iya beneran...”

“Duh kak, gak akan di acc sih. Emangnya disetujui? Kan aku...aku... *banyak alesan si orang minder*”

“Yang penting bisa jadi orang yang galak, Mi. Bisa marah”

“Oh gitu, baik kak” (pasrah gak bisa nolak senior wkwk dan bener aku emang terkenal galak sih jadi yaudah)

Ternyata udah berlalu sekitar 5-6 bulan, terimakasih sudah memberi warna-warni di hidupku.

Dari mereka aku belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Dari mereka aku selalu berusaha lebih sabar lagi.

Dari mereka aku belajar untuk tidak mendengar cerita dari satu pihak saja.

Dari mereka aku belajar bahwa kita tidak bisa menyelamatkan semuanya.

Dari mereka aku belajar untuk bersikap netral.

Dari mereka aku belajar bagaimana mengasuh bocil.

Dari mereka juga aku belajar untuk berdamai.

Memberi kebahagiaan dapat mengisi hati menjadi penuh.

Memberi teguran bukan berarti jahat.

Justru diam adalah ketidakpedulian.

Beberapa kali ingin menyerah tapi aku selalu inget kata-kata mba Winda “Jangan pernah lelah membimbing adik-adik ya Mi”

Zaman mereka dan zamanku tentu saja berbeda, hal-hal yang menurutku ringan, bisa saja berat menurut mereka.

Maybe, we will meet in another day. Not as kakak yang ngomel-ngomel dan nyebelin.

Nyari pengganti pengampu koass selanjutnya jujur galau banget takut salah pilih kayak pilih jodoh 😅 tapi akhirnya dengan segala pertimbangan terpilihlah satu orang yang insyaAllah amanah dan bisa melanjutkan perjuangan ini.


Palembang, 29 Oktober 2025

TTD

Residen yang bingung packing apa ke stase daerah dan malah nulis ini.

Comments

Popular posts from this blog

10 Things about Pediatric Residency

Alasan kenapa harus memilih jalan menjadi PPDS Anak? Tulisan ini terinspirasi dari pertanyaan banyak orang, mulai dari adik-adik dokter muda, sejawat dokter, bahkan beberapa yang di luar tenaga medis. Pertanyaan ringan yang seharusnya dijawab automatis tanpa berpikir panjang.   Tapi bukan pertanyaan bercanda juga, membuatku harus berpikir banyak untuk menjawabnya. Bahkan setelah di tahap ini masih saja mempertanyakan kenapa ya. Kalau aku jawab mengikuti hati, ah terlalu klise. Pertanyaan yang rutin diberikan saat seleksi calon peserta didik, tapi ini bukan wawancara masuk PPDS yang harus kujawab dengan idealis, kali ini aku sedang melalui perjalanannya yang berat. Alasan yang di awal itu belum tentu akan relate saat ini. Jadi jika kalian akan mempertimbangkan untuk ingin tahu alasanku, silahkan dibaca. Boleh jadi kalian setuju, boleh juga tidak, karena pada dasarnya ini hanya pemikiran salah satu PPDS/residen Anak yang masih mengenyam pendidikan. Tanpa sama sekali membesar-b...

Sekilas info Ujian Masuk PPDS IKA

Disclaimer dulu: tulisan ini aku buat karena pengalamanku yang sulit mencari informasi dan menentukan pilihan daftar dimana, aku juga kekurangan informasi apa dan bagaimana ujiannya, jadi banyak bermodalkan nekat. Persiapan memang ada, namun, dirasa masih mengambang, bersyukur di dekat-dekat ujian, aku memberanikan diri untuk bertanya kepada senior-senior yang belum kenal dekat sebelumnya tapi syukurlah banyak dapat gambaran dari situ. ohiya ini bukan tips n trick ya, tapi bolehlah kalo dijadikan inspirasi wkwk apasihhh.. oke mari izinkan aku berbagi...