Skip to main content

Life is unfair

 

Hidup itu tidak pernah benar-benar adil.

Tuhan yang adil.

Rasanya hal itu yang patut dicamkan berkali-kali untuk menerima berbagai kenyataan.

Tidak ingin menceritakan lebih banyak tentang ketidakadilan, kita semua mungkin pernah merasakannya.

 

Three idiots adalah salah satu film favoritku, film yang mengandung banyak petikan, mengajarkan tentang kecerdasan dan niat baik untuk belajar, bukan hanya sekedar mengejar nilai.

But in this unfair life, you should accept the bitter truth.

Nilai adalah hal yang harus dikejar juga.

Apalagi yang kita kira semuanya baik-baik saja, ternyata ada saja lika-likunya.

 

Tidak semuanya dapat melihat ketulusan dan kebaikan, apalagi membalasnya.

Bahkan bisa saja tidak ada yang peduli

Apapun itu, mari jalani hidup dengan penuh suka-cita, walau ada dukanya sesekali.

Kita juga manusia, bisa kecewa dan sedih.

Jangan pernah nyaman di zona nyaman, sesekali kita harus masuk ke zona bahaya dan keluar dengan selamat.

Tidak selamanya kita berada di titik terendah, asalkan kita terus bergerak, walaupun lambat.

Mari kita jalani hari dengan excited karena berbagai alasan.

 

One of the young doctor asked me “Emang sebagai pengampu koass gak ada privilege ya kak? Milih stase daerah gitu contohnya?”

Then i laughed...

HAHAHHAHAHAHA

WEYYY MANA ADAAAALAHHHH. Emang polos sekali terkadang mereka.

First thing first, gak ada dan gak punya privilege.

Then, I will not take advantage of the privilege for something that unfair.

 

Kayuagung, pertengahan bulan keduabelas di tahun 2025.

Comments

Popular posts from this blog

10 Things about Pediatric Residency

Alasan kenapa harus memilih jalan menjadi PPDS Anak? Tulisan ini terinspirasi dari pertanyaan banyak orang, mulai dari adik-adik dokter muda, sejawat dokter, bahkan beberapa yang di luar tenaga medis. Pertanyaan ringan yang seharusnya dijawab automatis tanpa berpikir panjang.   Tapi bukan pertanyaan bercanda juga, membuatku harus berpikir banyak untuk menjawabnya. Bahkan setelah di tahap ini masih saja mempertanyakan kenapa ya. Kalau aku jawab mengikuti hati, ah terlalu klise. Pertanyaan yang rutin diberikan saat seleksi calon peserta didik, tapi ini bukan wawancara masuk PPDS yang harus kujawab dengan idealis, kali ini aku sedang melalui perjalanannya yang berat. Alasan yang di awal itu belum tentu akan relate saat ini. Jadi jika kalian akan mempertimbangkan untuk ingin tahu alasanku, silahkan dibaca. Boleh jadi kalian setuju, boleh juga tidak, karena pada dasarnya ini hanya pemikiran salah satu PPDS/residen Anak yang masih mengenyam pendidikan. Tanpa sama sekali membesar-b...

Sekilas info Ujian Masuk PPDS IKA

Disclaimer dulu: tulisan ini aku buat karena pengalamanku yang sulit mencari informasi dan menentukan pilihan daftar dimana, aku juga kekurangan informasi apa dan bagaimana ujiannya, jadi banyak bermodalkan nekat. Persiapan memang ada, namun, dirasa masih mengambang, bersyukur di dekat-dekat ujian, aku memberanikan diri untuk bertanya kepada senior-senior yang belum kenal dekat sebelumnya tapi syukurlah banyak dapat gambaran dari situ. ohiya ini bukan tips n trick ya, tapi bolehlah kalo dijadikan inspirasi wkwk apasihhh.. oke mari izinkan aku berbagi...

not as plain as before

Setiap perjalanan pasti punya persinggahan dan akhir. Semua akan bergerak maju mengikuti arus waktu. Setiap hal kecil akan menjadi sesuatu yang besar suatu hari nanti.   Masih teringat jelas dapat panggilan telepon dari kak Lina. “Mi, jadi pengampu koass ya! Yok operan” “Hah gak salah kak?” “Iya beneran...” “Duh kak, gak akan di acc sih. Emangnya disetujui? Kan aku...aku... *banyak alesan si orang minder*” “Yang penting bisa jadi orang yang galak, Mi. Bisa marah” “Oh gitu, baik kak” (pasrah gak bisa nolak senior wkwk dan bener aku emang terkenal galak sih jadi yaudah) Ternyata udah berlalu sekitar 5-6 bulan, terimakasih sudah memberi warna-warni di hidupku. Dari mereka aku belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dari mereka aku selalu berusaha lebih sabar lagi. Dari mereka aku belajar untuk tidak mendengar cerita dari satu pihak saja. Dari mereka aku belajar bahwa kita tidak bisa menyelamatkan semuanya. Dari mereka aku belajar untu...