Skip to main content

a year ago (1)

menurutku kilas balik itu perlu
supaya aku bisa mengingat betapa susahnya berjuang untuk menjadi aku yang sekarang, mengingat apa kesalahanku waktu itu, mengingat siapa saja yang ada saat itu, mengingat kebahagian saat itu hingga bersyukur untuk aku yang sekarang.
Percayalah, setiap kejadian pasti tidak jauh dari campur tangan Tuhan. bukan berarti diri ini susah untuk move on. bukan berarti tidak menikmati masa sekarang. tapi aku hanya ingin mengingat, menulis, dan membagikannya.
inilah aku kurang lebih satu tahun yang lalu.

akhir September hingga pertengahan November 2017
di akhir stase massa koass ku, aku dilanda kegalauan. menurutku pada saat itu, itulah kegalauan terbesarku. apakah aku akan ikut UKMPPD (ujian kedokteran untuk kelulusan) di periode November atau periode Februari, mengingat persiapan untuk ikut ujiannya hanya sekitar 1 bulan dengan materi kedokteran yang banyak, belum termasuk ngurus berkas persyaratannya. akhirnya aku bertanya pada kakak tingkat yang tentunya sudah berpengalaman dalam penantian dan belajar UKMPPD. sebagian besar dari mereka memotivasiku untuk mengambil ujian di bulan November, alasannya sederhana. dengan waktu segitu terbilang cukup untuk belajar efektif, karena dari pengalaman libur 3 bulan pun, yang efektif belajar itu hanya 1,5 bulan. tapi ternyata hal itu belum cukup memantapkan hatiku. aku pun bertanya kepada teman-temanku. mereka mantap memilih untuk ujian bulan November, semakin cepat semakin baik katanya. tapi ada juga yang masih belum mantap sepertiku.
perlu diketahui bahwa ujian di stase terakhirku di RSMS tidak berjalan dengan baik, pun dengan ujian integrasi/komprehensif. kalau aku tidak lulus maka aku harus mengulang stase dan/atau ikut remedial ujian integrasi dan aku harus membayar uang kuliah lagi (kalau aku tidak salah ingat). aku bener-bener berdoa, intinya jika aku lulus di ujian stase terakhir tersebut, maka aku akan memantapkan hatiku dan bersungguh-sungguh untuk belajar UKMPPD November.

nilai akhir stase terakhir di RSMS pun keluar.
aku lulus!!! ya, lulus! lulus dengan nilai yang pas-pasan.
ah tak apaaa, sungguh aku bersyukur, aku memang melakukan hal yang fatal saat ujian, masih untung aku lulus. di stase ini, aku menjadi chief, alhamdulillah temen-temen yang lain juga lulus.

beberapa hari kemudian, saat aku sedang menjalani stase integrasi di RS kabupaten, pengumuman hasil ujian stase integrasi seminggu sebelumnya keluar.
aku belum lulus
belum lulus
belum lulus
belum lulus
JGERRRRR!! nggak deng, nggak kaget gitu juga
yah aku cukup legowo nerima itu, karena aku sudah feeling harus ikut remedial.
walaupun aku tau, jika aku ikut remedial, maka tidak akan mungkin aku ikut UKMPPD November
"sudahlah, bukankah kau sudah pasrah kepadaNya?" kataku untuk diriku sendiri
yang membuatku sedih sebenernya adalah tidak bisa berjuang bersama temen-temenku yang lain, itulah yang aku pikirkan saat itu.
aku sudah bener-bener pasrah, tidak terlalu berambisi untuk ikut ujian di bulan November juga.
btw, aku tidak sendiri, ada beberapa temen2ku yang 'super' yang kena remedial.

sekitar 2 minggu setelah pengumuman...
ntah ada angin apa, ntah ada keajaiban apa...
kami yang remedial bisa dipercepat ujian remedialnya sehingga masih mungkin bagi kami untuk ikut ujian UKMPPD periode November.
usut punya usut, ternyata ada salah satu temanku yang melobi dosen terkait hal tersebut.
sayangnya ada satu ujian lain yang tidak dipercepat remedialnya.
sejujurnya aku bingung, saat itu aku senasib sepenanggungan dengan sahabatku, sebut saja P dan Q.
aku ingin senang, tapi tidak etis juga rasanya. aku hanya bisa bersyukur, dan semoga ini jalan yang terbaik. kami harus benar-benar sungguh-sungguh dalam remedial dan ujian UKMPPD nantinya.
inilah kesempatan kedua kami.

sempat ada perseturuan di angkatan. aku tau pasti banyak yang menganggap ini tidak adil. aku tau...aku tau...aku tauuu....aku juga merasa bersalah saat itu.

Q bilang kepadaku "kalau tidak bisa bicara yang baik, lebih baik diam saja"
baiklah, kami ingin membuktikan dan tidak akan menyiakan kesempatan yang ada. toh semua udah terjadi, kan.

to be continoued

Comments

Popular posts from this blog

10 Things about Pediatric Residency

Alasan kenapa harus memilih jalan menjadi PPDS Anak? Tulisan ini terinspirasi dari pertanyaan banyak orang, mulai dari adik-adik dokter muda, sejawat dokter, bahkan beberapa yang di luar tenaga medis. Pertanyaan ringan yang seharusnya dijawab automatis tanpa berpikir panjang.   Tapi bukan pertanyaan bercanda juga, membuatku harus berpikir banyak untuk menjawabnya. Bahkan setelah di tahap ini masih saja mempertanyakan kenapa ya. Kalau aku jawab mengikuti hati, ah terlalu klise. Pertanyaan yang rutin diberikan saat seleksi calon peserta didik, tapi ini bukan wawancara masuk PPDS yang harus kujawab dengan idealis, kali ini aku sedang melalui perjalanannya yang berat. Alasan yang di awal itu belum tentu akan relate saat ini. Jadi jika kalian akan mempertimbangkan untuk ingin tahu alasanku, silahkan dibaca. Boleh jadi kalian setuju, boleh juga tidak, karena pada dasarnya ini hanya pemikiran salah satu PPDS/residen Anak yang masih mengenyam pendidikan. Tanpa sama sekali membesar-b...

Sekilas info Ujian Masuk PPDS IKA

Disclaimer dulu: tulisan ini aku buat karena pengalamanku yang sulit mencari informasi dan menentukan pilihan daftar dimana, aku juga kekurangan informasi apa dan bagaimana ujiannya, jadi banyak bermodalkan nekat. Persiapan memang ada, namun, dirasa masih mengambang, bersyukur di dekat-dekat ujian, aku memberanikan diri untuk bertanya kepada senior-senior yang belum kenal dekat sebelumnya tapi syukurlah banyak dapat gambaran dari situ. ohiya ini bukan tips n trick ya, tapi bolehlah kalo dijadikan inspirasi wkwk apasihhh.. oke mari izinkan aku berbagi...

not as plain as before

Setiap perjalanan pasti punya persinggahan dan akhir. Semua akan bergerak maju mengikuti arus waktu. Setiap hal kecil akan menjadi sesuatu yang besar suatu hari nanti.   Masih teringat jelas dapat panggilan telepon dari kak Lina. “Mi, jadi pengampu koass ya! Yok operan” “Hah gak salah kak?” “Iya beneran...” “Duh kak, gak akan di acc sih. Emangnya disetujui? Kan aku...aku... *banyak alesan si orang minder*” “Yang penting bisa jadi orang yang galak, Mi. Bisa marah” “Oh gitu, baik kak” (pasrah gak bisa nolak senior wkwk dan bener aku emang terkenal galak sih jadi yaudah) Ternyata udah berlalu sekitar 5-6 bulan, terimakasih sudah memberi warna-warni di hidupku. Dari mereka aku belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dari mereka aku selalu berusaha lebih sabar lagi. Dari mereka aku belajar untuk tidak mendengar cerita dari satu pihak saja. Dari mereka aku belajar bahwa kita tidak bisa menyelamatkan semuanya. Dari mereka aku belajar untu...