Skip to main content

Internsip?!

Lulus UKMPPD, yeaaaaayyy!
tapi setelah itu ada dunia nyata yang harus dihadapin sebagai seorang dokter.
bukan hanya sekedar gelar, melainkan tanggung jawab yang begitu besar
dipercaya menghadapi pasien secara langsung
eits tapi tunggu dulu...
masih ada 1 tahap lagi supaya kita bisa benar-benar bisa praktik.
yak. internsip. suatu program yang bertujuan untuk menjadi dokter yang mandiri.
Beda sama koass dulu, dokter internsip ini udah megang pasien sendiri, udah punya tanggung jawab ke pasien yang ditangani. dokter pendamping tetep ada, tapi jangan berpikiran untuk selalu didampingin gitu ya hehehe. dokter pendamping lebih bertugas sebagai perpanjangan tangan dari pusat untuk program internsip ini, dan memastikan perjalanan internsip baik-baik saja.
setelah UKMPPD, ternyata kita (mahasiswa kedokteran) harus galau berkepanjangan lagi untuk memilih program internsip. bukan lebay, tapi itulah kenyataannya. kenapa sih mesti galau padahal kan tinggal milih? ya emang tinggal milih, tapi kita juga harus mempertimbangkan 'perebutan' kursi wahana internsip.
*wahana = daerah praktik dokter internsip.
satu tahun nanti kemana kita akan pergi? siapa teman-teman kita? bagaimana sistem di tempat praktik internsip? bagaimana kehidupannya? dan masih banyak lagi pertanyaan yang bergejolak.
baiklah, sistem pemilihan internsip ini bener-bener menyebalkan buat aku pribadi. bikin gregetan.
sistemnya adalah memilih dari internet di website resminya tersebut. kebayang kan ratusan bahkan ribuan calon dokter internsip secara bersamaan memilih wahana, siapa yang berkuasa akan kecepatan internet maka dialah jawaranya. Pemilihannya sendiri memang dibagi menjadi tiga hari, berdasarkan regio asal kampus.
1. Lokal.
Provinsi asal kampus kita, misalnya kampusku, Unsoed, berada di provinsi Jawa Tengah. maka regio pemilihan lokal ini khusus untuk para calon isip yang berminat mengambil wahana di daerah tersebut. Pemilihan pas lokal ini sebenernya pilihan yang sangat aman. kenapa? karena kuotanya lebih besar, yaitu 60%, tapi tetep jangan lupa untuk mempertimbangkan berapa lulusan dokter di periode tersebut di kawasan itu. contoh nih yaa, FK di Jawa Tengah ada Undip dan Unissula. ya nanti berarti rebutan kursi wahananya pas lokal sama mereka deh hehe. nah bagaimana kalau saat pemilihan lokal ini calon internsip belum dapat wahana yang diinginkan? it's okay, masih ada kesempatan buat 'bertarung' di regional dan nasional.
2. Regional.
Kalau untuk kawasan regional Unsoed sendiri, cakupannya seluruh Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Papua, KECUALI SUMATERA.
yeah :')) padahal kan..... ah udah ah ntar malah curcol wkwk
aku juga kurang paham batasannya itu gimana, berarti cakupan masing-masing kampus selain Jawa beda ya (mungkin).
btw, sebelumnya aku kira kalau cakupan regional buat kampus asal Jawa Tengah itu, cuma sepulau Jawa aja loh. eh ternyata lebih luas lagi hehe.
kuota pas regional ini lebih kecil dibandingkan lokal, yaitu 20%. nah kalau belum beruntung juga pas pemilihan regional, masih ada kesempatan terakhir untuk pemilihan internsip di periode tersebut. rasanya pasti deg-degan, stress, kepikiran terus sampai nanti kita dapat wahana internsip.
3. Nasional
nah kalo udah sampe pemilihan di hari nasional, berarti 'saingan' untuk berebut wahana internsip semua FK di Indonesia minus calon isip yang udah dapat wahana di Lokal dan Regional, kuota wahana pas Nasional sama dengan regional, yaitu 20%.

Pusing-pusing daaah, tapi bukan berarti kamu harus gegabah memilih loh. Setelah menjalani internsip 4 bulan, cerita dari temen-temen di wahana lain dan flashback tentang nasihat dari kakak tingkat yang diberikan sebelum aku memilih wahana (walaupun saat itu aku masih bingung dan tidak bener-bener menerapkannya), setidaknya beberapa hal yang dapat dipertimbangkan untuk pemilihan internsip adalah...
1.  Apa yang kamu mau
Setiap orang memiliki keinginan yang beda. setelah kurang lebih 6 tahun sekolah di kedokteran, yang sebelumnya menetap saja di kotanya, ingin merantau untuk internsip supaya memiliki pengalaman, ada yang sebelumnya merantau, kemudian ingin merantau lagi karena merasa sudah nyaman, ada yang merantau sebelumnya, kemudian ingin dekat rumah untuk satu tahun ke depan kalau menurutku sebaiknya kita harus paham diri kita sendiri. jangan lupa untuk komunikasikan dengan keluarga dan/atau orang tersayang. ada yang bilang kalau memahami diri sendiri itu lebih sulit daripada memahami orang lain. hmm yeah setuju.
2. Biaya
Biaya disini termasuk biaya hidup, dan biaya tambahan ke dompet alias pemasukan. perlu diketahui, Bantuan Hidup Dasar (BHD) alias gaji dokter internsp setiap bulan di wahana isipku (Banten) Rp 3.150.000, di Jawa Tengah dan Jawa Barat sama segitu juga, kalau di Maluku sekitar Rp 3.600.000, jadi beda-beda juga per regio ya, kurang tau juga berdasarkan apa itu haha. Kita harus mampu memanage uang tersebut untuk keperluan kita. oke, kalau wahana isip kita dekat dengan rumah, otomatis kita gak ngeluarin uang kos, tapi kalau misal wahana nya agak mepet jaraknya, misal 2-3 jam dari rumah, tetap butuh kosan, belum lagi butuh biaya transport kalau pulang ke rumah. nilai plusnya lagi, kalo kita di rumah, maka sehari-hari ada yang masakin, gak perlu ngeluarin duit lagi deh, walaupun ada beberapa wahana RS yang nyediain makan buat dokter internsipnya, duhh enaknya :3

berikutnya, kita mesti pertimbangkan pemasukan selama internsip. ada daerah yang berbaik hati memberikan insentif buat para dokter internsip, tapi itu hanya sebagian kecil. dan daerah-daerah atau RS tersebut biasanya menjadi favorit dan rebutan. jadi bersiaplah! selain itu pertimbangkan lokasi dan aturan di sekitar wahana, apakah kita bisa ngamen atau tidak.
3. Lingkungan 
  • Sistem
sistem RS untuk dokter internsip tentu beda-beda, jadi sebaiknya kepo dari periode isip sebelumnya. bagaimana sistem kerjanya? sistem liburnya? apa tugas isip disana? apakah diperlakukan dengan layak?
memang yang paling enak kelihatannya adalah masuk isip beberapa hari berturut-turut, kemudian libur panjang. tapi ada juga yang masuk kemudian libur bebas dinas beberapa hari selanjutnya masuk lagi kemudian bebas dinas lagi, seperti wahana isipku.
kenapa hal ini penting? karena buat kalian yang sudah membayangkan dan merencanakan sesekali liburan pas isip, atau mau melangsungkan acara penting, atau merencanakan bisnis atau pekerjaan tertentu, atau kadang ingin pulang tapi rumahnya jauh, akan sulit kalau liburnya tidak sekaligus.
tapi itu semua balik lagi ke masing-masing orang, ada juga yang lebih suka jaga tidak berturutan supaya tidak terlalu menguras tenaga. ya kepentingan orang kan beda-beda ya. dan namanya sistem, jadi harus diikutin oleh para dokter internsip yang sudah memilih wahana tersebut.
  • Teman alias Team
temen-temen FK tempat kita berasal pasti udah deket banget dong sama kita, gak mau pisah deh pokoknya, zona ternyaman dalam hal pertemanan. ada yang mesti kita relakan. gak selamanya kita bisa selalu bersama, tidak ada yang mau berpisah, kecuali memang tujuannya untuk bertumbuh. tapi balik lagi, hidup adalah pilihan, begitupun internsip. apakah mau tetap nyaman dengan mereka dengan beberapa risiko/pertimbangan atau memilih bertemu dengan orang baru yang belum tau karakternya, kinerjanya, belum lagi berbeda asal muasal daerah/mahzab pendidikan.
aku pribadi orang yang malas beradaptasi lagi, tapi mau tidak mau harus ku lakukan, karena memang lingkungan wahana yang sangat berbeda :)
4. Akses
Pastikan kita punya rumah, atau setidaknya tempat persinggahan saudara yang deket dengan wahana isip. kenapa kita mesti punya 'rumah'? karena isip kan ada liburnya tuh, ntar suka bingung deh kalo gak ada tempat persinggahan (ini tiap orang beda-beda ya, kalau emang tujuannya mau merantau yang jauh mungkin tidak terlalu memikirkan ini). nah, jangan hanya menghitung jarak dari rumah-wahana! tapi perkirakan aksesnya. kalau jaraknya lebih dekat sama pilihan lainnya, tapi ternyata susah menjangkau wahananya ya sama saja. akses disini aku lebih tekankan ke transportasi umum yaaa, seperti kereta api, bus, travel. kalau untuk kendaraan pribadi juga dipertimbangkan, misal kemacetan, kerusakan jalan, dan kondisi fisik kalau bolak-balik.
jadi sebaiknya jangan hanya mencari tau jarak rumah, ke wahana yang akan dipilih, tapi kepoin juga enaknya kesana gimana.


pada akhirnya, faktor keberuntungan sangat berpengaruh dalam pemilihan wahana internsip. perbanyak berdoa, tetap ikhtiar untuk memilih dari tempat yang internetnya cepat dan stabil.
semoga mendapatkan tempat isip terbaik!
dan semoga hari-hari sisa isip ini menyenangkan. mungkin tidak selamanya menyenangkan, tapi setidaknya ketika ada kesulitan, kita bisa menghadapinya :)
cheers...

Comments

  1. H- beberapa hari klik udah mulai deg-degan ya mi, besok-besok leh uga kasih tips bertahan hidup (duile bertahan hidup) me -manage kebutuhan dengan BHD yang segitu.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

10 Things about Pediatric Residency

Alasan kenapa harus memilih jalan menjadi PPDS Anak? Tulisan ini terinspirasi dari pertanyaan banyak orang, mulai dari adik-adik dokter muda, sejawat dokter, bahkan beberapa yang di luar tenaga medis. Pertanyaan ringan yang seharusnya dijawab automatis tanpa berpikir panjang.   Tapi bukan pertanyaan bercanda juga, membuatku harus berpikir banyak untuk menjawabnya. Bahkan setelah di tahap ini masih saja mempertanyakan kenapa ya. Kalau aku jawab mengikuti hati, ah terlalu klise. Pertanyaan yang rutin diberikan saat seleksi calon peserta didik, tapi ini bukan wawancara masuk PPDS yang harus kujawab dengan idealis, kali ini aku sedang melalui perjalanannya yang berat. Alasan yang di awal itu belum tentu akan relate saat ini. Jadi jika kalian akan mempertimbangkan untuk ingin tahu alasanku, silahkan dibaca. Boleh jadi kalian setuju, boleh juga tidak, karena pada dasarnya ini hanya pemikiran salah satu PPDS/residen Anak yang masih mengenyam pendidikan. Tanpa sama sekali membesar-b...

Sekilas info Ujian Masuk PPDS IKA

Disclaimer dulu: tulisan ini aku buat karena pengalamanku yang sulit mencari informasi dan menentukan pilihan daftar dimana, aku juga kekurangan informasi apa dan bagaimana ujiannya, jadi banyak bermodalkan nekat. Persiapan memang ada, namun, dirasa masih mengambang, bersyukur di dekat-dekat ujian, aku memberanikan diri untuk bertanya kepada senior-senior yang belum kenal dekat sebelumnya tapi syukurlah banyak dapat gambaran dari situ. ohiya ini bukan tips n trick ya, tapi bolehlah kalo dijadikan inspirasi wkwk apasihhh.. oke mari izinkan aku berbagi...

not as plain as before

Setiap perjalanan pasti punya persinggahan dan akhir. Semua akan bergerak maju mengikuti arus waktu. Setiap hal kecil akan menjadi sesuatu yang besar suatu hari nanti.   Masih teringat jelas dapat panggilan telepon dari kak Lina. “Mi, jadi pengampu koass ya! Yok operan” “Hah gak salah kak?” “Iya beneran...” “Duh kak, gak akan di acc sih. Emangnya disetujui? Kan aku...aku... *banyak alesan si orang minder*” “Yang penting bisa jadi orang yang galak, Mi. Bisa marah” “Oh gitu, baik kak” (pasrah gak bisa nolak senior wkwk dan bener aku emang terkenal galak sih jadi yaudah) Ternyata udah berlalu sekitar 5-6 bulan, terimakasih sudah memberi warna-warni di hidupku. Dari mereka aku belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dari mereka aku selalu berusaha lebih sabar lagi. Dari mereka aku belajar untuk tidak mendengar cerita dari satu pihak saja. Dari mereka aku belajar bahwa kita tidak bisa menyelamatkan semuanya. Dari mereka aku belajar untu...