Skip to main content

Misteri

menyentuh usia 25 tahun, bukan usia yang muda lagi, walaupun masih dalam kategori dewasa muda.
sejujurnya, tahun ini aku merasa lebih baik dalam hal emosi dibandingkan 1-2 tahun sebelumnya.
krisis kehidupan atau nama kerennya quarter life crisis tentu saja masih menghantui. alhamdulillah untuk masalah pendidikan dan pekerjaan, aku sudah selesai menamatkan pendidikan kedokteran dan selesai menjalani program internsip. pekerjaan pun sudah aku dapatkan, walau masih suka ngeluh tentang masalah gaji dan peraturan di tempat kerja.
percintaan? nah..
beberapa hari yang lalu, mama menanyakan hal tersebut
ditanyakan hal yang kalian belum tau jawabannya, tidak ada wujudnya saat ini, tidak tau juga kapan.
orang tuaku jelas mengkhawatirkanku, di usiaku yang segini, aku belum pernah memperkenalkan laki-laki kepada mereka, sementara usia mereka pun semakin menua. anak perempuan pertamanya ini benerkah belum menemukan pasangannya?
pada kenyataannya memang iya, belum.
aku pun bingung, aku sempat minder dan tidak percaya diri. mengapa? apa ada yang salah padaku? apakah memang aku masih banyak kurangnya? teman-temanku yang lain sudah banyak yang menikah dan memiliki anak, usiaku memang sudah memasuki usia produktif. tapi balik lagi, semua itu tergantung pada kesiapan kita.
bingung karena pergaulanku tidak begitu luas, aku juga bukan orang yang gampang berkenalan dan akrab dengan seseorang. sejujurnya jika bisa memilih, aku lebih memilih pasangan dari orang yang sudah dekat dan tau aku sebelumnya. tidak perlu jauh mencari. tapi semua ini kuasa Tuhan. aku hanya bisa menjalaninya, kalau dibilang berawal dari sebuah pertemanan, aku takut terjebak lagi dalam siklus yang rumit, tapi aku juga tidak bisa langsung yakin dengan seseorang yang baru saja kenal. ah sudahlah, kita liat cara Tuhan mempertemukan dan menyatukan aku dengan dia. dia yang masih menjadi misteri.

Comments

Popular posts from this blog

10 Things about Pediatric Residency

Alasan kenapa harus memilih jalan menjadi PPDS Anak? Tulisan ini terinspirasi dari pertanyaan banyak orang, mulai dari adik-adik dokter muda, sejawat dokter, bahkan beberapa yang di luar tenaga medis. Pertanyaan ringan yang seharusnya dijawab automatis tanpa berpikir panjang.   Tapi bukan pertanyaan bercanda juga, membuatku harus berpikir banyak untuk menjawabnya. Bahkan setelah di tahap ini masih saja mempertanyakan kenapa ya. Kalau aku jawab mengikuti hati, ah terlalu klise. Pertanyaan yang rutin diberikan saat seleksi calon peserta didik, tapi ini bukan wawancara masuk PPDS yang harus kujawab dengan idealis, kali ini aku sedang melalui perjalanannya yang berat. Alasan yang di awal itu belum tentu akan relate saat ini. Jadi jika kalian akan mempertimbangkan untuk ingin tahu alasanku, silahkan dibaca. Boleh jadi kalian setuju, boleh juga tidak, karena pada dasarnya ini hanya pemikiran salah satu PPDS/residen Anak yang masih mengenyam pendidikan. Tanpa sama sekali membesar-b...

Sekilas info Ujian Masuk PPDS IKA

Disclaimer dulu: tulisan ini aku buat karena pengalamanku yang sulit mencari informasi dan menentukan pilihan daftar dimana, aku juga kekurangan informasi apa dan bagaimana ujiannya, jadi banyak bermodalkan nekat. Persiapan memang ada, namun, dirasa masih mengambang, bersyukur di dekat-dekat ujian, aku memberanikan diri untuk bertanya kepada senior-senior yang belum kenal dekat sebelumnya tapi syukurlah banyak dapat gambaran dari situ. ohiya ini bukan tips n trick ya, tapi bolehlah kalo dijadikan inspirasi wkwk apasihhh.. oke mari izinkan aku berbagi...

not as plain as before

Setiap perjalanan pasti punya persinggahan dan akhir. Semua akan bergerak maju mengikuti arus waktu. Setiap hal kecil akan menjadi sesuatu yang besar suatu hari nanti.   Masih teringat jelas dapat panggilan telepon dari kak Lina. “Mi, jadi pengampu koass ya! Yok operan” “Hah gak salah kak?” “Iya beneran...” “Duh kak, gak akan di acc sih. Emangnya disetujui? Kan aku...aku... *banyak alesan si orang minder*” “Yang penting bisa jadi orang yang galak, Mi. Bisa marah” “Oh gitu, baik kak” (pasrah gak bisa nolak senior wkwk dan bener aku emang terkenal galak sih jadi yaudah) Ternyata udah berlalu sekitar 5-6 bulan, terimakasih sudah memberi warna-warni di hidupku. Dari mereka aku belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dari mereka aku selalu berusaha lebih sabar lagi. Dari mereka aku belajar untuk tidak mendengar cerita dari satu pihak saja. Dari mereka aku belajar bahwa kita tidak bisa menyelamatkan semuanya. Dari mereka aku belajar untu...