menyentuh usia 25 tahun, bukan usia yang muda lagi, walaupun masih dalam kategori dewasa muda.
sejujurnya, tahun ini aku merasa lebih baik dalam hal emosi dibandingkan 1-2 tahun sebelumnya.
krisis kehidupan atau nama kerennya quarter life crisis tentu saja masih menghantui. alhamdulillah untuk masalah pendidikan dan pekerjaan, aku sudah selesai menamatkan pendidikan kedokteran dan selesai menjalani program internsip. pekerjaan pun sudah aku dapatkan, walau masih suka ngeluh tentang masalah gaji dan peraturan di tempat kerja.
percintaan? nah..
beberapa hari yang lalu, mama menanyakan hal tersebut
ditanyakan hal yang kalian belum tau jawabannya, tidak ada wujudnya saat ini, tidak tau juga kapan.
orang tuaku jelas mengkhawatirkanku, di usiaku yang segini, aku belum pernah memperkenalkan laki-laki kepada mereka, sementara usia mereka pun semakin menua. anak perempuan pertamanya ini benerkah belum menemukan pasangannya?
pada kenyataannya memang iya, belum.
aku pun bingung, aku sempat minder dan tidak percaya diri. mengapa? apa ada yang salah padaku? apakah memang aku masih banyak kurangnya? teman-temanku yang lain sudah banyak yang menikah dan memiliki anak, usiaku memang sudah memasuki usia produktif. tapi balik lagi, semua itu tergantung pada kesiapan kita.
bingung karena pergaulanku tidak begitu luas, aku juga bukan orang yang gampang berkenalan dan akrab dengan seseorang. sejujurnya jika bisa memilih, aku lebih memilih pasangan dari orang yang sudah dekat dan tau aku sebelumnya. tidak perlu jauh mencari. tapi semua ini kuasa Tuhan. aku hanya bisa menjalaninya, kalau dibilang berawal dari sebuah pertemanan, aku takut terjebak lagi dalam siklus yang rumit, tapi aku juga tidak bisa langsung yakin dengan seseorang yang baru saja kenal. ah sudahlah, kita liat cara Tuhan mempertemukan dan menyatukan aku dengan dia. dia yang masih menjadi misteri.
sejujurnya, tahun ini aku merasa lebih baik dalam hal emosi dibandingkan 1-2 tahun sebelumnya.
krisis kehidupan atau nama kerennya quarter life crisis tentu saja masih menghantui. alhamdulillah untuk masalah pendidikan dan pekerjaan, aku sudah selesai menamatkan pendidikan kedokteran dan selesai menjalani program internsip. pekerjaan pun sudah aku dapatkan, walau masih suka ngeluh tentang masalah gaji dan peraturan di tempat kerja.
percintaan? nah..
beberapa hari yang lalu, mama menanyakan hal tersebut
ditanyakan hal yang kalian belum tau jawabannya, tidak ada wujudnya saat ini, tidak tau juga kapan.
orang tuaku jelas mengkhawatirkanku, di usiaku yang segini, aku belum pernah memperkenalkan laki-laki kepada mereka, sementara usia mereka pun semakin menua. anak perempuan pertamanya ini benerkah belum menemukan pasangannya?
pada kenyataannya memang iya, belum.
aku pun bingung, aku sempat minder dan tidak percaya diri. mengapa? apa ada yang salah padaku? apakah memang aku masih banyak kurangnya? teman-temanku yang lain sudah banyak yang menikah dan memiliki anak, usiaku memang sudah memasuki usia produktif. tapi balik lagi, semua itu tergantung pada kesiapan kita.
bingung karena pergaulanku tidak begitu luas, aku juga bukan orang yang gampang berkenalan dan akrab dengan seseorang. sejujurnya jika bisa memilih, aku lebih memilih pasangan dari orang yang sudah dekat dan tau aku sebelumnya. tidak perlu jauh mencari. tapi semua ini kuasa Tuhan. aku hanya bisa menjalaninya, kalau dibilang berawal dari sebuah pertemanan, aku takut terjebak lagi dalam siklus yang rumit, tapi aku juga tidak bisa langsung yakin dengan seseorang yang baru saja kenal. ah sudahlah, kita liat cara Tuhan mempertemukan dan menyatukan aku dengan dia. dia yang masih menjadi misteri.
Comments
Post a Comment