Skip to main content

Tidak terus berlari

"Berlari...

kau harus berlari

semuanya harus serba cepat

tidak boleh terlambat dan tertinggal"


namun ada momen akhirnya aku tersadar bahwa kita tidak harus selalu berlari walaupun kau suka berlari.

turunkan kecepatan, yang penting tetap jalan dan sampai tujuan

berlari terus akan menghabiskan energi dan memaksakan tubuhmu.


kaki contohnya. kedua tungkai dengan sepuluh jemarinya.

kaki yang terus menerus tertekan, bergesekan, akhirnya menjadi korban kelelahanku.

setelah beberapa hari 'beradaptasi' dengan peran dan tugas baru

aku sering berlari dengan peluh

agar semuanya selesai tepat waktu

tapi perubahan yang terjadi dan menyakitkan adalah ketika dia memberontak.

jari kaki semakin melepuh, aku abaikan saja karena tidak terlalu mengganggu, nyerinya masih bisa ku tahan, lalu lama kelamaan pecah, dan lapisan luar kulit pun terkelupas. biasanya nyeri akan berkurang, namun, saat itu jari-jariku malah semakin nyeri.

sakit yang tidak tertahankan walaupun berjalan biasa.

tapi hidup terus berjalan bukan?

'tugas' juga jalan terus, aku menahan sakitnya. tidak memikirkan rasanya sama sekali.

lalu malamnya, jari kakiku semakin nyeri sampai menapak sedikit saja terasa nyeri, sangat nyeri. namun, aku tetap harus ke suatu ruangan untuk membantu senior. selagi jalan, aku bener-bener hanya mengandalkan kaki satunya lagi, terseok-seok, terpincang-pincang, tapi harus sampai.

setelah dari ruangan itu akhirnya aku mampir di minimarket untuk membeli plester. lumayan juga fungsinya untuk mengurangi gesekan antar jari maupun kaos kaki/sepatu dan menutup luka. setelah diplester di jari-jari kaki tersebut, esoknya perlahan-lahan nyeri berkurang, alhamdulillah.


jadi begitulah..

aku hanya ingin menyampaikan bahwa kita tidak harus terus berlari, jika memang semua yang  penting, urgent, emergency sudah selesai, atau ketika kita kelelahan, kita bisa memperlambat tempo berlari. kita bisa berjalan sejenak sambil menarik nafas, mengisi energi, lalu berlari lagi ketika sudah cukup 'terisi'. memang ada kondisi dimana kita diharuskan untuk berlari. namun, jika terus dipaksakan, tubuh akan terus memberontak dan sakit. sakitnya nanti akan berkurang hingga tidak lagi sakit namun ada kalanya kita akan merasakan sakit yang teramat sangat hingga terseok-seok, jalan pincang, hingga rasanya tidak mampu lagi untuk berjalan. Jangan menyerah! teruslah berjalan. Karena tuntutan peran, memang banyak yang harus dilakukan tapi jangan lupa untuk menyembuhkan luka, jika tidak disembuhkan maka dia akan terus-terusan sakit. setelah nyeri yang tidak tertahankan usai, pada akhirnya luka itu bisa juga menjadi tidak nyeri. semua memang ada perjalanannya.

Comments

Popular posts from this blog

10 Things about Pediatric Residency

Alasan kenapa harus memilih jalan menjadi PPDS Anak? Tulisan ini terinspirasi dari pertanyaan banyak orang, mulai dari adik-adik dokter muda, sejawat dokter, bahkan beberapa yang di luar tenaga medis. Pertanyaan ringan yang seharusnya dijawab automatis tanpa berpikir panjang.   Tapi bukan pertanyaan bercanda juga, membuatku harus berpikir banyak untuk menjawabnya. Bahkan setelah di tahap ini masih saja mempertanyakan kenapa ya. Kalau aku jawab mengikuti hati, ah terlalu klise. Pertanyaan yang rutin diberikan saat seleksi calon peserta didik, tapi ini bukan wawancara masuk PPDS yang harus kujawab dengan idealis, kali ini aku sedang melalui perjalanannya yang berat. Alasan yang di awal itu belum tentu akan relate saat ini. Jadi jika kalian akan mempertimbangkan untuk ingin tahu alasanku, silahkan dibaca. Boleh jadi kalian setuju, boleh juga tidak, karena pada dasarnya ini hanya pemikiran salah satu PPDS/residen Anak yang masih mengenyam pendidikan. Tanpa sama sekali membesar-b...

Sekilas info Ujian Masuk PPDS IKA

Disclaimer dulu: tulisan ini aku buat karena pengalamanku yang sulit mencari informasi dan menentukan pilihan daftar dimana, aku juga kekurangan informasi apa dan bagaimana ujiannya, jadi banyak bermodalkan nekat. Persiapan memang ada, namun, dirasa masih mengambang, bersyukur di dekat-dekat ujian, aku memberanikan diri untuk bertanya kepada senior-senior yang belum kenal dekat sebelumnya tapi syukurlah banyak dapat gambaran dari situ. ohiya ini bukan tips n trick ya, tapi bolehlah kalo dijadikan inspirasi wkwk apasihhh.. oke mari izinkan aku berbagi...

not as plain as before

Setiap perjalanan pasti punya persinggahan dan akhir. Semua akan bergerak maju mengikuti arus waktu. Setiap hal kecil akan menjadi sesuatu yang besar suatu hari nanti.   Masih teringat jelas dapat panggilan telepon dari kak Lina. “Mi, jadi pengampu koass ya! Yok operan” “Hah gak salah kak?” “Iya beneran...” “Duh kak, gak akan di acc sih. Emangnya disetujui? Kan aku...aku... *banyak alesan si orang minder*” “Yang penting bisa jadi orang yang galak, Mi. Bisa marah” “Oh gitu, baik kak” (pasrah gak bisa nolak senior wkwk dan bener aku emang terkenal galak sih jadi yaudah) Ternyata udah berlalu sekitar 5-6 bulan, terimakasih sudah memberi warna-warni di hidupku. Dari mereka aku belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dari mereka aku selalu berusaha lebih sabar lagi. Dari mereka aku belajar untuk tidak mendengar cerita dari satu pihak saja. Dari mereka aku belajar bahwa kita tidak bisa menyelamatkan semuanya. Dari mereka aku belajar untu...