Kata mereka bahagianya PPDS itu pada saat awal keterima dan saat lulus aja. So, how about something between that? Bisa happy juga dooong, kalo mode ‘liburan’ wkwk.
KONIKA XIX SEMARANG
Sekitar enam bulan yang lalu kami
berangkat menuju Semarang untuk pertemuan ilmiah dokter anak se-Indonesia. Aku,
teman-teman seangkatanku, para senior, dan beberapa supervisor hadir dan kami
sudah mempersiapkan acara besar ini. Tidak hanya tentang ilmiahnya saja, tapi printilan lainnya, kamit senang karena bisa ‘rehat’ sejenak.
Hal yang sangat aku syukuri
adalah para sekandungku (sebutan untuk teman seangkatan masuk PPDS), sebut saja
namanya KYUUBI untuk mewakili kak Prisia si manajer, kak Puspa si tim konsumsi,
kak Helga si travel agent, bang Reza si bodyguard, kak Vindy yang lagi hamil
gede, Yuni travel agent 2, kak Ummi si chat GPT, dan kak Zhazha si pembuat
konten.
Acara inti Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak (KONIKA)
berlangsung dari tanggal 27 September
hingga 1 Oktober 2024.
H-1 ke Semarang keberangkatan jujur deg-degan banget, mixed feeling. Hal yang ditakutin
salah satunya adalah presentasi poster saat ilmiah, belum ada pengalaman,
poster yang aku kirim juga melalui beberapa kali revisi, alhamdulillah dibantu
dengan supervisor dan temanku yg artsy
untuk mempercantik dan merapikan poster, supervisor yang memberikan kritik yang
membangun.
Perjalanan yang kami tempuh juga cukup jauh
Palembang-Jakarta-Semarang. Takut ada yang ketinggalan lah. Takut ninggalin
pasien-pasien kami. Alhamdulillah selama kami (angkatanku, dan 3 angkatan di
atasku) pergi, senior dan juniorlah yang back
up jaga dan pelayanan di stase masing-masing.
Selama kami pergi, junior-junior kami yang naik jaga premature (sebelum waktunya), jadi kita briefing dulu ngasih arahan.
Saking cemasnya, aku baru selesai packing jam 12 malem
lebih, jam 4 udah harus bangun lagi, janjian di bandara jam 5 subuh udah harus
pada ngumpul. Tuh muka bantal kan.
Tiap sudut bandara, kita foto!!
Look how happy they are, hilang dari hiruk pikuk sekolah
sebentar~
Sampe Jakarta foto lagi, cekrek
Sampe Semarang foto lagi
Hari pertama di
Semarang
Itenerary kami
yang pertama adalah masjid agung.
Nggak deng. Mampir bentar aja untuk shalat.
Next perjalanan selanjutnya ke Sam Poo Kong.
Oke sebenernya aku, kak Puspa, kak Prisia, dan bang Reza skip karena harus ngurusin pendaftaran
dan keperluan lain, tapi kami nyusul makan di Aroem dan ikut ke Lawang Sewu.
Wahhhh udah lama sebenernya pengen ke iconic
nya Semarang satu ini, seruuuu, mana cerah banget harinya (re: panas) jadi
pas foto-foto outdoor langitnya bagus banget sambil menunggu semburat senja. Eaaa.
Ketawanya alami banget, gak pake pemanis buatan.
Foto keluarga dulu guys. Minus Yuni yang udah kabur sama bestie lamanya. Seperti biasa yang paling beda kalo masalah outfit, kalo gak kak Ummi ya kak Helga. Btw, belum lebaran tapi udah pose minal aidin wal faidzin ajasih kita. Wkwkwk.
--
Kami pulang ke penginapan di hotel Grand Edge. Bukan hotel
bintang 5, tapi lumayan, luas dan nyaman juga, yang penting terjangkau dari
segi harga dan jarak hehehe, hotelnya sangat dekat dengan hotel Padma, jalan
kaki aja bisa, jadi kami gak perlu takut terlambat ke acara dan pusing mikirin
kendaraan.
Malamnya kami JJM ke Kota Lama, Semarang.
Sebelumnya, rempong dulu sih persiapan untuk Defile besok. Rempong
siapa yang jadi maskot, siapa yang makeup-in, jam berapa persiapan,
penampilannya gimana dan lain sebagainya. Ya udah capek seharian, tapi kami gak
mau menyia-nyiakan kesempatan liburan ini.
Berasa dimanaaa gitu kan hahahha. Otentik sekali kota Lama
ini.
Difotoin mas fotografer yang dibayar murah tapi hasilnya
bagus-bagus.
Sebenernya malem itu GERD kambuh karena telat makan terus
kalap kebanyakan makan di Aroem sorenya wkwkwk jadi gak begitu antusias
foto-foto, ikut balik duluan sama bumil deh :’)
KEESOKAN HARINYA (Hari kedua di Semarang)
Subuh jam 03.30 bangun, MUA udah pada datang.
Kelompok Defile ini terdiri dari rombongan Sp.A dan residen
yang berjumlah 18 orang. Sebagiannya adalah perempuan yang butuh dandan dan
pake wardrobe. Kebayanglah ya rempongnya gimanaaaa, jam 06.00 udah harus
standby disana. Oh tentunya kami belum siap jam segitu. Dengan segala drama dan
kebut-kebutan, akhirnya kami jadi nampil juga walaupun di urutan agak akhir. Memukau?
Tentu saja.
Mau gak mau jadi Maskot padahal bukan spek Putri Indonesia
guys wkwk jadi harap maklumlah.
Ini nama kostumnya “Perahu Bidar”. Kami membawanya jauh-jauh dari Palembang. Bidar
merupakan singkatan dari biduk lancar, tradisi perahu bidar ini diadakan setiap
tanggal 17 Agustus di Sungai Musi, Palembang. Kalo diperhatiin baju yang
menjuntai-juntai hiasan itu adalah perahu, yang aku pegang di tangan kanan
adalah sampannya.
Gak usah ditanya rasanya gimana. Jelas berat banget.
Sepulangnya kami lelah, makan di hotel, bersih-bersih, tidur
1-2 jam.
Siangnya ke hotel Padma lagi. Kami bisa fokus menyiapkan
diri untuk tampil ilmiah. Gak nyampe setengah jam ngebut belajar. Sisanya cemas
nunggu nampil.
Tapi setelah tampil, leganya bukan main.
Yeayyyy makasih banyak dokter atas supportnya. Konsulen neuropediatri
yang supportive walaupun aku bandel dan tidak tau diri :(
Kak Icil dan Kak Helga paling keren karena mereka nampil
presentasi oral, tentu deg-degannya lebiiiih luarrr biasa.
Tampilan poster para sekandungku, masih kurang nih yang
lainnya, hahah karena gak pada ngirim ke aku sih.
Tampilan kamar post Defile dan maju ilmiah udah kayak kapal
pecah wkwk, rebahan bentar eh malemnya udah ada acara lagi.
Gala dinner. Inilah kostum wong Palembang. Pake paksangko,
khas hiasan kepala dari Palembang, songket, dan kalung tiga susun.
Malamnya... ambil posisi di depan, ada Andra and the
Backbone. Wahhh petjah sih malem itu. Ikut lompat-lompat dengan kostum tadi
wkwk lepas hiasan kepalanya aja sih.
---
Selama ikut KONIKA aku menemukan banyak hal yang bikin
happy, secara garis besar:
1. 1. Ketemu para sejawat, guru-guruku, kakak-kakak
tingkatku, teman-temanku.
Bahagia rasanya menginjakkan kaki lagi di
tanah jawa bertemu dengan mereka yang dulu sering aku temui saat pendidikan
dokter S1 dan profesi.
Mba Ninis dan mba Hasna adalah dua dari beberapa kakak
tingkat yang bertemu denganku. Bahagia bertemu mereka, saling bertukar kabar
dan cerita. Menyemangati mereka untuk mengambil Kesehatan Anak hihihi, walaupun
aku banyak suka duka dan tantangannya. Mereka adalah panutan semasa kuliah,
sukses terus ya mba-mbaku dimanapun berada, semoga dimudahkan selalu niat
baiknya. Sayangnya ada beberapa kakak tingkat yang tidak foto bareng.
Teman-teman seangkatanku.
Wahh kalau diusut nih ya, dedengkotnya Anak di angkatan
Hypoglossus (nama kelas angkatan saat S1 FK Unsoed tahun 2012) adalah Iqbal. Saat
ketemu Iqbal yang baru lengser dari COC Anak UNS, beberapa bulan lagi dia akan
ikut ujian kompetensi nasional, dan jadi Sp.A deh. Di sela-sela keramaian dan
hiruk pikuk acara, kami bertemu. Sebenernya ada Endi yang sudah pulang duluan
hari itu, jadi gak bisa join, tapi hari sebelumnya aku sudah sempat bertemu dan
ngobrol di lobby. Endi yang masuk UNS
sama dengan aku masuk ke Anak Unsri, ternyata ya sama ajalah kurang lebih dunia
residensi itu.
Aku juga bertemu dengan Elvira, adik tingkatku yang akan berjuang
masuk PPDS Anak saat itu, dia belum menentukan akan ujian dimana. Beberapa bulan
setelahnya, diumumkan bahwa dia lulus Anak UNS. Ah mungkin saat itu dia udah
kena racunnya Iqbal hahhaha.
Angkatanku lainnya, Ama, masih jadi junior piyik di Anak
Undip, pasti pontang panting jadi panitia dan tuan rumah acara besar di
Semarang ini. Terimakasih udah banyak membantu terutama masalah perabsenan
hahahha.
Bertemu dengan konsulen di tempat bekerja. Kangen sekalii dengan Bunda baik hati, dr. Fitri Asyimida, Sp.A
All about reunion.
Aku juga bertemu dengan para supervisorku saat koass dulu yang ternyata beberapa diantaranya sudah subspesialis. MasyaAllah.
Ketemu sama Oviii, temen sedari SMP ku yang ternyata
sekarang menetap di Semarang.
Ohhh jangan salah guys, banyak ketemu artessss, alias
dokter-dokter anak yang influencer itu loh. Gilee semua dokter pinter dan keren
di media sosial itu ada di acara ini. Bahkan aku satu lift sama influencer, tapi gak nyadar, padahal aku
follow dia di instagram. “kayak kenal....” taunya sering berkeliaran di timeline.
Nah kali ini yang beruntung foto bareng dokter Mesty dan dokter
Reza Pahlevi adalah kak Helga dan kak Vindy. Huhhh iriiii
Cakep-cakep banget aslinya.
Kok bisa ya rangorang cakep dan pinter lagi...hahaha cool
abiezz
2. 2. Kompakan terus IPDSA Unsri dan IDAI Sumsel
Tiap kesempatan sebisa mungkin foto bareng. Cerah banget ga tuhh sampe silauuu hihi.
Malamnya setelah nyari oleh-oleh. Kami nyari tempat nongkrong
yang buka 24 jam, yang bebas dari asap rokok. Calling one of my old friend to
recommend that kind of place. Asik banget ketemu tempat ini, capek2 tapi
ngobrol bareng,ketawa ketiwi, nanyi-nyanyi sampe lewat tengah malem.
Hari ketiga di Semarang
Hari terakhir.
Maaf Dok, gak bawa prestasi ilmiah. Tapi cukup jadi
pembelajaran dan pengalaman untuk lebih baik lagi ke depannya.
Jadi Defile terbaik, bolelah hehehe menang hiburan dulu.
With dr. Edy Novery, Sp.A(K), supervisor ilmiah, yang paling bersemangat diantara kami. Kami tau saat pengumuman pemenang ilmiah beliau pasti ada rasa kecewa.
Terimakasih sudah berproses, teruntuk kakak-kakak dan teman-temanku.
Off to holiday in another place.
Umbul Sidomukti sungguh berkesan pada awal Oktober 2024.
Gak usah banyak kata-kata ini mah, foto-foto ini akan
bercerita dengan sendirinya.
Tibalah kami di Yogyakarta.
Hari kepulangan semakin dekat. Kami pulang dengan pesawat Yogyakarta - Palembang.
Sehari sebelumnya...
Gak afdol kalo gak jalan-jalan malam di Malioboro dan foto-foto.
Ketemu Dewiii, temen kuliahku, temen kosanku, temen belajarku
yang sekarang jadi residen forensik di UGM. Ughh wiii lama banget gak jumpa! Makasih
oleh-olehnya Wi. Ayook main ke Palembang.
Ada cerita lucu, tapi nyebelin bagi kak Helga (mungkin) dibalik foto
ini. Kak Helga salah nyusul cabang ice gelato wkwkwkwk karena aku dan kak Puspa
salah kasih info.
Kopi klothok dong, ya kalik nggak kesana (ini yang kepengen
banget sebenernya bang Reza), beberapa jam sebelum flight, nyewa mobil-nyewa mobil dah, dempet-dempetan, di
mobil akhirnya terungkap kisah lama kak Ummi di Yogyakarta. Hahahhahaha ampuuun.
Yahhhh... ternyata udah harus kembali ke realita deh. Jadi residen
lagi.
The picture above describes what we felt. BYE HOLIDAY!
Comments
Post a Comment