Skip to main content

Third year

Bangun pagi di hari Minggu yang cerah ini kemudian melakukan rutinitas sehari-hari yaitu buka media sosial dulu wkwk eh ada arsip dari momen tiga tahun yang lalu.

wow, tanggal berapa ini?

Sudah tiga tahun setelah pengumuman mendebarkan dan langkah awal menuju jalan lika liku tikungan tajam, dengan jurang yang curam di sekitarnya.

Cerita tahun keduaku bisa dibaca disini yaa.. https://flalalami.blogspot.com/2024/07/cerita-dua-tahun.html

Dari "kuning" jadi "hijau" merupakan langkah yang sulit bagiku, jalan tidak mulus. Tapi bersyukur sudah sampai di tahap ini.

Urutan foto di ruang konfrensi ilmiah tidak lagi di urutan bawah, melainkan sudah baris ketiga dari atas.

Jika ada tindakan, tidak lagi meminta bantuan. melainkan yang membantu. dan harus bisa. 

Tidak bisa ini itu, lama-lama jadi harus serba bisa.

Apa yang dilakukan akan dicontoh. 

Jika ada hal baik belum tentu selamanya akan baik-baik saja.

Semakin tinggi posisinya, tanggung jawab dan harapan akan semakin tinggi. 

Tidak ada excuse. Semua harus benar dan tepat. Sebuah tuntutan untuk menjadi sempurna.

Walaupun terkadang yang diingat malah kesalahan. Kebaikan harus tetap dilakukan. 

Walaupun banyak hal yang membuat jatuh, terluka, dan menangis.

Hidup harus tetap berjalan, bangkit lagi.

Jika lelah, istirahat sejenak. 

Hadapi lagi.

Jalanin saja, walapun lambat dan terlambat.

Ambil makna baiknya, buang hal yang tidak perlu untuk dimaknai.

Selalu berusaha untuk lakukan yang terbaik, walaupun 1+1 tidak sama dengan 2.

Badai akan berlalu...lalang, tapi akan ada saatnya si nahkoda kapal menjadi tangguh karena terlatih menghadapi badai.

Sebenernya ceritanya tidak sesingkat ini sih, kalau aku ceritain bakalan jadi cerita panjang dan mungkin membosankan. 

Last but not least. Dear my self, terimakasih sudah bertahan!

Bye, ngerjain tugas yang segunung dulu guys~

Comments

Popular posts from this blog

10 Things about Pediatric Residency

Alasan kenapa harus memilih jalan menjadi PPDS Anak? Tulisan ini terinspirasi dari pertanyaan banyak orang, mulai dari adik-adik dokter muda, sejawat dokter, bahkan beberapa yang di luar tenaga medis. Pertanyaan ringan yang seharusnya dijawab automatis tanpa berpikir panjang.   Tapi bukan pertanyaan bercanda juga, membuatku harus berpikir banyak untuk menjawabnya. Bahkan setelah di tahap ini masih saja mempertanyakan kenapa ya. Kalau aku jawab mengikuti hati, ah terlalu klise. Pertanyaan yang rutin diberikan saat seleksi calon peserta didik, tapi ini bukan wawancara masuk PPDS yang harus kujawab dengan idealis, kali ini aku sedang melalui perjalanannya yang berat. Alasan yang di awal itu belum tentu akan relate saat ini. Jadi jika kalian akan mempertimbangkan untuk ingin tahu alasanku, silahkan dibaca. Boleh jadi kalian setuju, boleh juga tidak, karena pada dasarnya ini hanya pemikiran salah satu PPDS/residen Anak yang masih mengenyam pendidikan. Tanpa sama sekali membesar-b...

Sekilas info Ujian Masuk PPDS IKA

Disclaimer dulu: tulisan ini aku buat karena pengalamanku yang sulit mencari informasi dan menentukan pilihan daftar dimana, aku juga kekurangan informasi apa dan bagaimana ujiannya, jadi banyak bermodalkan nekat. Persiapan memang ada, namun, dirasa masih mengambang, bersyukur di dekat-dekat ujian, aku memberanikan diri untuk bertanya kepada senior-senior yang belum kenal dekat sebelumnya tapi syukurlah banyak dapat gambaran dari situ. ohiya ini bukan tips n trick ya, tapi bolehlah kalo dijadikan inspirasi wkwk apasihhh.. oke mari izinkan aku berbagi...

not as plain as before

Setiap perjalanan pasti punya persinggahan dan akhir. Semua akan bergerak maju mengikuti arus waktu. Setiap hal kecil akan menjadi sesuatu yang besar suatu hari nanti.   Masih teringat jelas dapat panggilan telepon dari kak Lina. “Mi, jadi pengampu koass ya! Yok operan” “Hah gak salah kak?” “Iya beneran...” “Duh kak, gak akan di acc sih. Emangnya disetujui? Kan aku...aku... *banyak alesan si orang minder*” “Yang penting bisa jadi orang yang galak, Mi. Bisa marah” “Oh gitu, baik kak” (pasrah gak bisa nolak senior wkwk dan bener aku emang terkenal galak sih jadi yaudah) Ternyata udah berlalu sekitar 5-6 bulan, terimakasih sudah memberi warna-warni di hidupku. Dari mereka aku belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dari mereka aku selalu berusaha lebih sabar lagi. Dari mereka aku belajar untuk tidak mendengar cerita dari satu pihak saja. Dari mereka aku belajar bahwa kita tidak bisa menyelamatkan semuanya. Dari mereka aku belajar untu...